5 Tips Elevator Pitch Bagi Founder Startup

Elevator Pitch

Apa itu elevator pitch? 

Elevator pitch adalah bercerita singkat dari latar belakang dan pengalaman kamu. Mengapa disebut elevator pitch, karena harus cukup singkat dan padat untuk menjelaskan siapa kamu, apa yang kamu lakukan, dan apa yang ingin kamu lakukan jika kamu sedang mencari pekerjaan.

Kapan Menggunakan Elevator Speech?

  • Jika kamu sedang mencari pekerjaan, kamu dapat menggunakan elevator pitch di bursa kerja, LinkedIn atau bio sosial media kamu. Elevator speech adalah cara yang bagus untuk mendapatkan kepercayaan diri dalam memperkenalkan diri kamu kepada manajer perekrutan dan perwakilan perusahaan.
  • Kamu juga dapat menggunakan elevator pitch untuk memperkenalkan diri untuk mencari networking. Jika kamu menghadiri program dan kegiatan asosiasi profesional , atau jenis pertemuan lainnya, siapkan penawaran untuk dibagikan kepada orang-orang yang kamu temui.
  • Elevator pitch juga dapat digunakan untuk wawancara kerja, terutama ketika kamu ditanya tentang diri sendiri. Pewawancara sering memulai dengan pertanyaan, “Ceritakan tentang diri kamu”.

Bagaimana menyampaikan nada elevator?

1. Atur waktu.

Pitch elevator dapat berkisar dari 20 hingga 60 detik, 30 detik adalah tujuannya. 

2. Praktek.

Melatih nada elevator kamu di cermin. Ini mungkin terasa konyol pada awalnya, tetapi dapat membantu kamu dengan ekspresi wajah, waktu dan kepercayaan diri.

3. Bicaralah dengan jelas.

berbicara terlalu cepat adalah hal yang tidak boleh dilakukan saat menyampaikan nada elevator. Jika kamu berbicara terlalu cepat, akan sulit bagi audiens untuk memahami apa yang kamu jelaskan.

4. Jadilah percakapan.

Ini juga penting untuk menjadi percakapan. Seorang penjual yang baik tidak pernah terdengar seperti sedang menjual sesuatu, tetapi seolah-olah mereka sedang berbicara dengan teman baik. Elevator pitch harus menjadi alat untuk memulai diskusi yang lebih mendalam.

5. Tersenyum.

Orang ingin berbisnis dengan orang yang mereka sukai. Saat kamu menyampaikan nada elevator, penting untuk tersenyum.  Pesan kamu harus ditampilkan dengan cara yang menunjukkan bahwa kamu bersemangat tentang apa yang akan dijual.

Cara menulis elevator pitch

1. Menjadi ahli dalam produk dan layanan yang kamu jual.

Satu hal yang akan membedakan kamu dari pesaing adalah pengetahuan kamu. Pelajari produk dan layanan kamu.

2. Kenali audiens kamu.

Semakin baik kamu mengetahui produk dan layanan serta audiens target kamu, semakin percaya diri kamu saat memberikan elevator pitch dan menjawab pertanyaan lanjutan. Jika kamu akan mempresentasikan ke berbagai jenis audiens, kamu harus menyesuaikan elevator pitch yang sesuai

3. Soroti poin-poin penting dari produk dan layanan kamu.

Sebagian besar bisnis memiliki banyak bagian yang bergerak, tetapi tidak ada waktu untuk menceritakan kisah panjang di elevator pitch. Alih-alih, tarik poin-poin utama bisnis kamu dan penawaran terlaris untuk melibatkan audiens. Pikirkan gambaran besarnya, dan alih-alih hanya mencantumkan manfaat produk, tunjukkan nilai. Pertimbangkan berikut ini.

Apakah produk kamu unik dan menarik karena?

  • Langka? 
  • Eksklusif/dipatenkan?
  • Sulit didapat? 
  • Tersedia dengan harga yang tidak ada duanya? 
  • Secara teknologi lebih unggul?

Apakah perusahaan kamu unik dan kredibel karena?

  • Sudah ada sejak lama?
  • Apakah seorang inovator dalam industrinya?
  • Apakah dimiliki atau dibiayai oleh orang yang dihormati dan terkenal?
  • Telah memenangkan penghargaan bergengsi?

Apakah layanan kamu?

  • Memecahkan masalah yang tidak dapat dilakukan orang lain?
  • Memecahkan masalah dengan cara yang lebih komprehensif atau nyaman?

4. Putuskan apa yang ingin orang tersebut lakukan di akhir promosi kamu.

Tujuan dari elevator pitch adalah untuk memotivasi pendengar untuk mengambil beberapa tindakan.

Jika pendengar adalah pelanggan potensial, kamu mungkin ingin mereka?

  • Menjadwalkan janji temu dengan tenaga penjualan.
  • Kunjungi bisnis Anda.
  • Dapatkan kutipan.
  • Tambahkan perusahaan Anda ke daftar penawaran.

 

Baca juga artikel-artikel lainnya seputar Start-up, bisnis, inovasi, dan teknologi di website Ideanation www.ideanation.id.

Share This :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x