Kenalan dulu yuk sama “Investasi”

Trendi, cuan dan mudah dilakukan menjadikan alasan investasi semakin menjadi primadona dikalangan para generasi millenial dan Z saat ini. Ditambah dengan beragam aplikasi online yang membuat akses untuk bermain investasi secara online, sehingga membuat peminat investasi semakin tinggi. Seperti investasi saham, emas dan reksa dana online.

Namun, seiring semakin populernya saham dan semakin canggih pula fitur-fitur online yang mendukungnya tujuan asli dari investasi sendiri semakin pudar.

Meskipun saat ini masih banyak orang yang melakukan investasi karena telah sadar pentingnya investasi untuk finansial yang sehat. Tapi ternyata masih banyak juga orang yang bermain investasi dengan hanya sekedar menanam uang, tanpa memahami dengan betul tujuan dari investasi, risiko dan strateginya dan akhirnya justru mengarah kepada kerugian.

Nah, untuk kamu yang benar-benar ingin berinvestasi dengan cara yang benar. Yuk kita mulai lagi dari hal yang paling mendasar mengenai investasi itu sendiri. Sehingga kedepannya kamu bisa mempersiapkan diri lebih baik lagi sebelum berinvestasi.

Apa itu Investasi?

Investasi adalah aktivitas menempatkan modal baik berupa uang atau aset berharga lainnya ke dalam suatu benda, lembaga, atau suatu pihak dengan harapan pemodal atau investor kelak akan mendapatkan keuntungan setelah kurun waktu tertentu. Karena harapan mendapatkan keuntungan di kemudian hari inilah investasi disebut juga sebagai penanaman modal. Istilah investasi sendiri berasal dari kata Bahasa Italia, investire yang berarti memakai atau menggunakan. Umumnya, dana atau aset yang ditanamkan oleh seorang investor akan dikembangkan oleh badan atau pihak yang mengelola. Keuntungan dari hasil pengembangan tersebut nantinya akan dibagikan kepada investor sebagai imbal balik sesuai dengan ketentuan antara kedua pihak.

Secara ekonomi, dalam investasi, pemodal akan membeli sesuatu yang tidak akan dipergunakan sekarang. Sesuatu yang dibeli tersebut disimpan sebagai harta yang setelah melewati masa tertentu dapat mengalami perubahan nilai. Investasi tidak selalu berujung menghasilkan keuntungan. Terdapat risiko kerugian juga dalam berinvestasi. Maka dari itu, penting sekali memahami jenis-jenis investasi dan risikonya.

Ada 2 jenis investasi, jangka pendek & jangka Panjang

1. Jangka Pendek

Sesuai dengan namanya, jenis investasi ini memiliki periode yang cukup pendek dengan hasil yang dapat dilihat setelah 3 sampai 12 bulan. Sebutan lain dari investasi jangka pendek adalah investasi sementara untuk mengamankan harta yang dimiliki sembari menunggu munculnya peluang investasi lain yang memiliki return lebih optimal. 

Ciri-ciri investasi jangka pendek ini ada 2, yakni: 1. Investasi ini harus memiliki kualitas yang tinggi; 2. Instrumen investasi harus sangat likuid dan mudah dijual kembali. Anda mungkin berpikir, investasi jangka pendek sangat sempurna, namun ternyata terdapat juga kekurangan dari investasi jangka pendek. Salah satunya adalah investasi ini memiliki return yang relatif jauh lebih rendah ketimbang investasi jangka panjang. Instrumen investasi jenis ini yang paling populer adalah reksadana. 

2. Jangka Panjang

Kebalikan dari investasi jangka pendek, investasi jangka panjang masuk dalam kategori investasi yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mulai merasakan hasil atau return. Misalnya, banyak investor yang membutuhkan waktu hingga 10 tahun untuk kemudian menjualnya dan merealisasikan return. Bahkan tidak sedikit investasi jangka panjang yang hanya dibeli tanpa dijual kembali. 

Setiap memulai investasi tentu kita harus mengetahui risiko yang akan ditanggung. Pada jenis investasi jangka panjang yang membutuhkan waktu relatif lebih lama untuk menghasilkan return, investasi ini umumnya memiliki return yang jauh lebih optimal, namun memiliki risiko yang juga lebih tinggi.

Maka, untuk memaksimalkan investasi jangka panjang ini, investor pun harus memiliki modal yang cukup besar. Anda juga harus menyadari dan menerima fakta bahwa investasi jangka panjang bisa saja terus merugi selama beberapa tahun pertama. Oleh karena itu, Anda seyogyanya perlu menganalisis cukup mendalam sebelum memutuskan untuk mengambil investasi jenis ini. Salah satu instrumen investasi jangka panjang yang cukup populer adalah investasi saham. 

Instrumen Investasi yang popular di Indonesia

Saham

Saham merupakan salah satu jenis investasi yang paling banyak diminati di Indonesia dan bisa menjadi pilihan investasi terbaik kamu . Jika kamu membeli saham suatu perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), kamu bertindak sebagai pemegang saham perusahaan tersebut dan berhak atas dividen sebesar persentase saham yang kamu miliki di perusahaan tersebut. Selain hak atas dividen, kamu juga bisa mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual saham tersebut. Sifatnya yang likuid dan kemudahan perdagangannya tentu menguntungkan kamu saat kamu ingin memberikan saham tersebut kepada orang lain saat harga saham kamu naik.

Dalam hal pengembalian, berinvestasi di saham menghasilkan pengembalian yang lebih tinggi daripada jenis investasi lainnya. Namun, seiring dengan sifat return yang tinggi, berinvestasi di saham juga memiliki risiko yang tinggi karena harga berfluktuasi dan sangat tergantung pada keadaan ekonomi, politik dan tertentu seperti hari libur.

Reksa Dana

Definisi reksa dana berkaitan dengan pasar modal, artinya merupakan wadah yang digunakan untuk menghimpun modal dari komunitas investasi dan kemudian diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Dalam hal ini, sebagai investor, kamu hanya perlu menyediakan modal yang kemudian dikelola oleh manajer investasi untuk diinvestasikan dalam portofolio saham. Portofolio surat berharga yang dimaksud meliputi produk pasar uang, obligasi dan saham. Pada saat ini juga untuk mulai berinvestasi melalui reksa dana tidak membutuhkan jutaan rupiah, namun dengan minimal Rp 100.000 kamu sudah bisa memilih reksa dana sebagai pilihan investasi kamu. Reksa dana juga tergolong investasi jangka panjang yang lebih aman dibandingkan saham.

Ada beberapa jenis reksa dana, yaitu reksa dana saham, obligasi, dan pasar uang. Bagi kamu yang menginginkan return tertinggi bisa memilih reksa dana. Keuntungan lain dari reksa dana adalah uang yang kamu investasikan akan dikelola oleh manajer investasi, sehingga kamu tidak perlu khawatir untuk memantaunya setiap hari dan bisa menjadi pilihan investasi terbaik kamu.

 Emas dan Logam Mulia

Selain saham, emas dan logam mulia merupakan salah satu instrumen investasi yang terkenal di kalangan masyarakat Indonesia dari dulu hingga kini. Investasi ini juga cocok bagi Anda yang ingin memiliki investasi jangka panjang yang cenderung aman karena harga emas dan logam mulia akan terus naik. Untungnya lagi, peningkatannya disebabkan atas respon terhadap keadaan tertentu yang menyebabkan nilai paper investment; saham dan obligasi, menurun. Harga yang cenderung naik dan stabil ini pun menjadi alasan banyak orang yang berinvetasi di emas dan logam mulia. 

Bagi Anda yang baru ingin memulai investasi, rasanya investasi pada emas dan logam mulia bisa menjadi pilihan, terutama bagi Anda yang masih muda, seperti pelajar dan mahasiswa.

Obligasi 

Obligasi adalah surat utang jangka menengah maupun panjang yang dapat dipindahtangankan. Surat utang ini berisi janji dari pihak penerbit untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi utang pokok pada waktu yang sudah ditentukan kepada pemegang obligasi. Imbalan bunga yang diterima oleh pemegang obligasi adalah kupon. 

Instrumen investasi ini memiliki jangka waktu mulai dari 1 -10 tahun. Adanya obligasi ini dilatarbelakangi upaya menghimpun dana dari masyarakat yang akan digunakan sebagai sumber pendanaan. Di Indonesia sendiri ada 3 jenis obligasi yang populer, yakni: 

  1.   Obligasi Korporasi: surat utang yang diterbitkan oleh korporasi swasta maupun BUMN, 
  2.   Obligasi Ritel Indonesia (ORI): obligasi yang diterbitkan pemerintah yang dijual ke perseorangan melalui agen penjual yang ditunjuk oleh pemerintah. Obligasi jenis ini pertama kali terbit pada 2006, 
  3.   Obligasi Pemerintah: obligasi dalam bentuk surat utang negara yang diterbitkan oleh pemerintah. 

Pilihan instrumen investasi ini dapat dikatakan lebih aman karena kemungkinan terjadinya gagal bayar cukup minim. Apalagi obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah. 

Deposito Berjangka 

Instrumen investasi lainnya adalah deposito berjangka yang bisa Anda lakukan di Bank. Deposito berjangka ini memiliki bunga yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan tabungan biasanya. Selain itu, deposito berjangka memiliki tanggal jatuh tempo yang jelas, biasanya 3 – 12 bulan. 

Apabila Anda mencairkan dana sebelum tanggal jatuh tempo yang sudah ditentukan, Anda akan dikenakan penalti oleh pihak bank yang bersangkutan. Semakin besar nominal uang dana yang Anda masukan sebagai deposito, maka semakin besar pula keuntungan yang akan Anda dapatkan. 

Tidak heran jika investasi ini menjadi salah satu investasi yang terbilang aman dan memiliki risiko yang cukup rendah. Proses yang mudah pun menjadikan investor pemula tertarik untuk membuka deposito. 

Properti

Investasi properti memiliki beberapa kesamaan dengan investasi emas. Ada benda fisik yang Anda beli di sini. Nilainya juga dipastikan terus mengalami peningkatan tanpa banyak fluktuasi. Selain itu, risikonya juga terbilang rendah.

Ada beberapa model investasi properti yang biasa digunakan. Cara yang paling sederhana adalah dengan membeli tanah, membangun properti di atasnya dan menjualnya saat harga dinilai sudah cukup tinggi. Sedangkan untuk cara kedua, Anda bisa menyewakan properti untuk mendapatkan aliran pemasukan.

Jangan lupa untuk mempertimbangkan risiko seperti kerusakan bangunan. Meski risiko investasi ini terbilang rendah, properti adalah aset yang bisa rusak oleh waktu. Anda harus merawatnya agar nilainya tetap terjaga. Biaya perawatan yang sudah dikeluarkan ini nantinya juga perlu dipertimbangkan saat hendak menjual properti.

Investasi properti tergolong sebagai investasi jangka panjang. Jadi untuk mendapatkan return, Anda memang harus menahannya dalam waktu yang cukup panjang.

Asuransi 

Ketika mendengar istilah asuransi, hal yang terpikirkan mungkin adalah melindungi. Tidak hanya melindungi diri sendiri, namun juga melindungi keluarga serta aset yang Anda miliki, seperti rumah, kendaraan, dll. 

Jika biasanya asuransi berguna sebagai proteksi, kini asuransi juga dapat menjadi salah satu alternatif Anda dalam berinvestasi. Asuransi yang berbasis investasi ini merupakan penggabungan dari 2 produk, yakni asuransi dan dana kelolaan seperti reksa dana. Umumnya, premi yang akan Anda bayarkan dikonversikan dalam bentuk unit. Uni inilah yang akan dibagi menjadi 2 jenis, yakni untuk membayar biaya asuransi dan untuk diinvestasikan. Asuransi yang umum digunakan sebagai investasi jangka panjang adalah asuransi jiwa. 

Sebelum membeli polis asuransi, Anda harus paham betul bagaimana investasi dalam asuransi ini dilakukan. Setiap bulannya, Anda juga harus melakukan pembayaran asuransi beserta biayanya. Dengan memilih asuransi berbasis investasi, premi yang harus Anda bayarkan memang cenderung lebih tinggi dari asuransi biasanya. 

Oleh karena itu, penting sekali untuk teliti memiliki perusahaan asuransi karena instrumen investasi yang satu ini termasuk dalam investasi jangka panjang, sehingga Anda harus memastikan perusahaan penerbit asuransi yang Anda pilih sudah mendapatkan izin dari otoritas berwenang yang memiliki rekam jejak yang bagus. 

Peer to Peer Lending

Meski jenis investasi yang satu ini masih terbilang baru, semakin hari, jenis investasi ini semakin populer karena kejelasan hukum dan kemudahan yang ditawarkannya. Kini banyak perusahaan berbasis fintech lending yang menjalankan model bisnis ini. Dalam peer to peer lending, pada dasarnya Anda meminjamkan sejumlah uang kepada pihak yang membutuhkan, baik individu maupun badan usaha. 

Seperti pada umumnya pinjaman dari bank, return investasi jenis ini berasal dari bunga pinjaman yang telah disepakati bersama. Suku bunga peer to peer lending bisa mencapai 18% per tahunnya. Selain itu, Anda bisa memulai berinvestasi dengan metode peer to peer lending ini hanya dengan Rp100.000. 

Itulah beberapa jenis investasi yang populer di Indonesia. Semoga membantu Anda dalam memilih instrumen investasi yang cocok dengan Anda.

Baca juga artikel-artikel lainnya seputar Start-up, bisnis, inovasi, dan teknologi di website Ideanation www.ideanation.id .

Share This :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x