Kenali Apa Itu Early Adopter

Di kala ada produk atau inovasi baru yang diluncurkan, pasti ada segelintir orang yang sudah mencoba produknya lebih dulu dari orang lainnya. Orang-orang itulah yang disebut early adopter. Meski bisa menggunakan lebih dulu, bukan berarti penggunaannya bisa tanpa biaya. Justru, bagi para early adopter, biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit.

Istilah early adopter, salah satu dari lima tahap pengadopsian tekonologi seperti yang dilansir oleh Investopedia, mengarah pada individu atau kelompok bisnis yang rela membayar sejumlah uang untuk mencoba produk tersebut jika diperkirakan produk tersebut dapat meningkatkan efektifitas, mengurangi biaya, meningkatkan produktivitas, atau dapat meningkatkan status sosial si pengguna tersebut.

Pada umumnya, produk yang digunakan oleh para early adopter ini belum sempurna 100%. Masih banyak pengembangan di sana-sini yang harus dilakukan oleh developer. Oleh karena itu, perusahaan seringkali bergantung pada early adopter untuk memberikan mereka feedback terhadap kekurangan produk dan juga untuk membiayai perusahaan melakukan proses riset dan pengembangan produk lebih lanjut.

Dari sini, dapat dilihat betapa peran early adopter sangat penting bagi perusahaan, karena pengalaman early adopter saat menggunakan produk tersebut menjadi gambaran bagaimana respon masyarakat saat menggunakan produk yang sama. Selain memberikan dukungan, promosi yang dilakukan oleh early adopter juga dapat meningkatkan reputasi dan kesadaran masyarakat akan brand produk tersebut.

Contoh Early Adopter

Di dunia yang serba canggih ini, contoh early adopter bisa dilihat pada Tesla, perusahaan yang bergerak di industri mobil listrik. Pada awal peluncuran mobil listriknya, semua orang melihat Elon Musk sebagai orang jenius yang berhasil menciptakan inovasi tersebut. Pada saat itulah banyak orang yang berbondong-bondong ingin membeli dan memiliki mobil itu, berusaha menjadi early adopters dari teknologi terbaru, meskipun harganya mahal dan produknya belum seratus persen sempurna. Apalagi, pada saat itu, belum banyak stasiun isi ulang baterai mobil listrik.

Dengan memiliki Tesla yang baru diluncurkan, para early adopter merasa bahwa kepemilikan tersebut cukup bergengsi dari segi harga dan teknologi, dapat meningkatkan efektifitas dan produktivitas mereka dalam hidup. Lambat laun, harga mobil Tesla mulai menurun karena produknya yang semakin banyak diproduksi, kualitas yang semakin baik karena adanya perbaikan dan pengembangan teknologi, serta semakin banyaknya stasiun pengisian ulang baterai mobil listrik.

Kelebihan dan kekurangan early adopter

Menjadi seorang early adopter terlihat keren dan up-to-date, akan tetapi jadi early adopter nggak selalu enak seperti kelihatannya. Meski bisa mengadopsi teknologi terbaru, ada juga resiko yang harus siap ditanggung oleh early adopter walau sudah membayar mahal sekalipun. Resiko yang bisa saja terjadi adalah produk yang gagal bersaing di pasaran, atau produk yang bahkan mungkin saja gagal proses produksinya.

Di lain sisi, menjadi seorang early adopter juga bisa mempunyai keunggulan ketika saran dan masukannya terhadap produk didengar dan dijadikan acuan untuk riset dan pengembangan produk lebih jauh. Jika saran dan masukannya berhasil memberikan dampak signifikan pada produk tersebut, bukan tidak mungkin orang yang menjadi early adopter akan dipandang sebagai leader dari teknologi terbarukan itu.

Agar lebih jelas lagi, berikut adalah beberapa poin yang bisa dipertimbangkan sebagai kelebihan dan kekurangan dari menjadi seorang early adopter.

Kelebihan

–          Bergengsi

–          Memberikan dampak pada pengembangan teknologi

–          Mendapat keunggulan yang kompetitif

–          Menjadi seorang leader dalam industry teknologi

Kekurangan

–          Kerugian nilai produk dalam jangka waktu cenderung singkat

–          Resiko menggunakan barang cacat/belum sempurna

–          Penggunaan produk yang masih terbatas fiturnya

–          Penggunaan produk yang bisa segera tergantikan dengan yang lebih baru

 

#GenerasiPenemu, sekarang kamu tahu kan kalau di industri start-up dan teknologi, orang-orang yang berperan di dalamnya nggak melulu harus berupa investor ataupun penemu start-up. Masih banyak lagi peran penting lainnya, salah satunya adalah early adopter. Jika kamu adalah #GenerasiPenemu yang suka mengambil resiko dan suka menjadi pembuat trend, bahkan kamu suka mengikuti perkembangan berita mengenai sukses-gagalnya sebuah produk dari teknologi terbaru, maka peran early adopter ini mungkin cocok untuk kamu.

Nantikan artikel lainnya seputar dunia start-up, bisnis, inovasi, dan teknologi dari Ideanation di www.ideanation.id. Jangan lupa ikuti terus perjalanan para finalis Kompetisi Ideanation 2021 di Instagram Ideanation @in.ideanation.

Share This :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x