Mengenal 9 Model Bisnis Startup Yang Paling Banyak Digunakan

Startup pada umumnya, model usaha yang dijalankan lebih bersifat memberikan jasa kepada konsumen. Bukan produk yang bisa langsung dinikmati seperti pakaian atau makanan. Konsumen akan menggunakan jasa para penyedia startup ini untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Start-up adalah sebuah usaha yang baru berjalan dan menerapkan inovasi teknologi, internet, web atau hal lain yang masih ada dalam ranah tersebut, untuk menjalankan core business-nya dan memecahkan sebuah masalah di masyarakat.  Bisnis itu juga memiliki sifat disruptive di dalam sebuah pasar/industri yang sudah ada atau bahkan menciptakan sebuah industri baru. Istilah startup dapat diartikan juga sebagai sebuah perusahaan baru yang sedang dilakukan pengembangan. 

Setelah mengenal apa itu startup maka ada karakteristik dalam sebuah perusahaan yang memang bisa dikategorikan sebagai startup. Beberapa karakteristik yang dimiliki tersebut antara lain:

  • Perusahaan memiliki pendapatan kurang dari $ 100.000 per tahunnya
  • Usia perusahaan kurang dari 3 tahun
  • Jumlah pegawai yang ada kurang dari 20 orang
  • Perusahaan masih dalam tahap berkembang
  • Umumnya perusahaan beroperasi melalui website
  • Perusahaan beroperasi dalam bidang teknologi
  • Produk yang dihasilkan berupa aplikasi berbentuk digital


Beberapa karakteristik di atas memang terlihat lebih cenderung tertuju pada perusahaan yang bergerak dalam bidang web dan teknologi.
Dari sekian model bisnis yang ada saat ini, ada 9 model bisnis untuk startup yang patut untuk dicoba. Berikut penjelesannya.

Freemium

Model satu ini  menggabungkan dua kata: free dan premium. Sistem kerja yang diadaptasi dalam memberikan pelayanan dasar secara gratis menjadi salah satu usaha mereka. Namun ketika pelanggan ingin mendapatkan layanan yang lebih baik, barulah muncul biaya atau tarifnya.

On-Demand 

Model bisnis ini cukup sustainable  karena kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. Biaya pun bisa lebih ditekan, karena infrastruktur sudah tersedia. Startup hanya butuh mencari cara untuk mengembangkan produk saja.

Barang Customized

Kreativitas yang dimiliki bernilai jual pada startup satu ini, mereka akan menyediakan produk dasar dari brand yang dibutuhkan. Selanjutnya akan bisa dikustomisasi oleh para konsumennya, tentu saja tarif dari sekian banyak produk berbeda akan dijual dengan harga yang berbeda juga.

Marketplace

Kamu hanya perlu menyediakan tempat untuk mempertemukan penjual dan pembeli. Pada umumnya, model bisnis ini terbagi dalam dua kategori. Yaitu marketplace Business-to-Business (B2B) yang menyasar sesama pengusaha dan menjual produk dalam skala besar.

Lalu ada marketplace Business-to-Consumer (C2C) atau Business-to-Consumer (B2C) yang memberi kesempatan kepada produsen atau penjual untuk bertemu langsung dengan pembeli.

E-Commerce

Menggunakan model ini penjual akan langsung menerima keuntungan dari produk yang mereka jual di situs mereka, meski berat beberapa startup tetap gigih menggunakannya. Terutama dilakukan oleh startup yang memiliki modal terbatas atau dengan cara yang tidak memerlukan biaya keluar besar.

Afiliasi

Model afiliasi juga menjadi salah satu yang difavoritkan para startup. Pendapatan yang didapatkan dari model satu ini bisa melebihi yang didapat dari pemasangan iklan, dengan mengandalkan link yang diberikan oleh pihak yang membantu dalam pemasaran produk. Dari setiap produk yang terjual via link yang ada, maka produsen akan memberikan komisi sesuai dengan kesepakatan di awal.

Pay-Per-Use

Bisnis ini cukup menarik dilakukan karena menawarkan sesuatu yang berbeda. Konsumen hanya membayar dengan tarif yang disesuaikan dengan apa yang mereka gunakan dalam jangka waktu tertentu. Selama produk yang ditawarkan masih dibutuhkan di masyarakat, tentu akan terus dicari. 

Berlangganan

Model bisnis ini biasanya digunakan oleh mereka yang menyediakan konten-konten menarik. Seperti ebook, majalah digital, musik streaming, dan film. Startup model ini dicontohkan seperti majalah digital, pelanggan hanya bisa mengakses ketika sudah membayar biaya yang ditetapkan, umumnya tarif yang diberikan olehnya akan lebih murah daripada membeli majalah dalam versi cetak.

Software as A Service (SaaS)

Model bisnis untuk startup ini cocok dipasarkan kepada para pengusaha, bukan perseorangan, karena jasa yang ditawarkan seperti jasa penyewaan perangkat lunak yang banyak digunakan oleh pengusaha. Pelayanan yang diberikan dengan fitur yang gratis, jika ingin mendapatkan full version tentu kamu harus berlangganan dan membayar sesuai harga yang mau ditetapkan

Kesimpulan 

Model bisnis untuk startup memang sangat beragam. Dari mulai yang simple sampai yang cukup ribet. Tapi pada dasarnya, semua bisnis startup bisa berjalan dengan baik jika memang kamu enjoy dalam menjalaninya. Ketika kamu enjoy melakukannya, maka kreativitas pun biasanya akan lebih mudah muncul. Sehingga startup bisa berkembang dan bertahan dari persaingan yang semakin ketat.

Kamu bisa mulai merancang dan mencoba untuk mulai membangun startup milik sendiri, entah itu dengan model bisnis on-demand, pay-pre-us, afiliasi dan lainnya. Semua jenis tersebut bagus hanya saja kamu bisa memfokuskan diri dimana model bisnis yang nyaman untuk kamu mulai, bersungguh-sungguhlah untuk memulainya. Sebab tidak semua startup yang dibangun bisa berjalan dengan kesuksesan 90 persen di awal perintisannya, sehingga Anda perlu kesungguhan yang kuat.

Share This :
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x